Menu
header photo

ayo jelajah indahnya indonesia

Nikmati Keindahan Nusantara

Cara Wudhu Ketika Terbalut Perban

Hukum islam begitu gampang, lantaran islam tak pernah membebankan pemeluknya. Serta Alah mengambil keputusan suatu hal sesuai sama qadarnya semasing serta sesuai sama kemampuannya. Dalam menggerakkan beribadah juga sekian, Allah tak pernah memberatkan manusia. Senantiasa ada jalan bila kita ingin mengerjakannya. Seperti shalat, perintah shalat Allah wajibkan pada semua ummat islam tanpa ada terkecuali, baik pria ataupun wanita, baik sehat ataupun saat tengah sakit. saat seorang tengah sakit jadi ia tetaplah harus kerjakan shalat sesuai sama kesanggupannya. 
Saat seorang tengah sakit serta tangannya tengah diinfus, banyak di antara mereka yg tidak kerjakan shalat, lantaran mereka memikirkan tak dapat terserang air wudhu’ bila tangan tengah diinfus lantaran dilapis oleh perban. Hingga shalat juga tak mereka lakukan karena tak berwudhu’. Nah untuk anda yang tengah sakit atau tangan anda tengah diinfus, janganlah cemas bila anda tak dapat berwudhu’ serta shalat. Lantaran tersebut kami terangkan tata langkah berwudhu’ serta shalat saat tangan kita tengah diinfus. 

Langkah Berwudhu’ Untuk Pasien Yang Tengah Diinfus 
Langkah bewudhu’ untuk orang sakit yang tengah diinfus atau untuk yg tidak dapat terkena air yaitu dengan langkah bertayamum sebagai pengganti wudhu’. Tayamum yakni menyeka muka serta ke-2 tangan dengan debu tanah. Tayamum ini diijinkan untuk orang yang tengah sakit tak dapat terserang air. Jika terserang air jadi sakitnya jadi tambah kronis. Serta untuk orang yg tidak memiliki air atau kesusahan untuk memperoleh air, jadi dibolehkan untuk bertayamum. Hal semacam ini sesuai sama firman Allah dalam Al-Qur’an surah An-Nisa’ ayat 43 : 
Artinya : “…. Mengenai bila anda sakit atau tengah dalam perjalanan atau setelah buang air atau terkait dengan istri, tengah anda tak memperoleh air, Jadi bertayamumlah anda dengan tanah yang baik (suci), usaplah wajahmu serta tanganmu dengan debu itu. Sebenarnya Allah Maha Pema'af lagi Maha Pengampun. ” (QS. An-Nisa’ : 43) 
Dari ayat itu terang kalau Allah berikan kemudahan pada orang sakit lewat cara bertayamum. Tetapi bagaimana caranya lakukan tayamum bila tangan kita tengah diinfus atau ada purban ditangan kita, sedang debu tanah itu tak dapat terserang anggota tayamum (tangan) lantaran dilapis oleh purban? 
Dalam ajaran islam sudah dijelaskan Bila tangan kita tengah diinfus (dilapis dengan perban) jadi dia bisa menyeka perban itu sebagai pengganti membersihkan tangan. Meskipun tanah itu tidak bisa terserang pada kulit yang dilapis oleh perban itu. Lantaran menyeka perban bisa menukar membersihkan tangan untuk orang yang tengah diinfus atau yang menggunakan perban. Hal semacam ini berdasar pada hadis rasulullah SAW : 
Dari Jabir Radhiyallahu ‘Anhu : Kami keluar untuk bersafar, lalu salah seseorang diantara kami ada yang terserang batu jadi terlukalah kepalanya. Lalu orang itu mimpi basah, lantas orang itu ajukan pertanyaan pada sahabat-sahabatnya : Apakah kalian merasakan untukku kemudahan untuk bertayamum? mereka menjawab : Kami tak memperoleh ada kemudahan bagimu tengah anda dapat untuk memakai air. Lalu orang itu mandi lantas wafat. Setelah kami hingga pada Rasulullah SAW saya memberitahu pada beliau mengenai hal semacam ini, lalu Rasulullah SAW bersabda : “Mereka sudah membunuhnya mudah-mudahan Allah membunuh mereka, kenapa mereka tidak ingin ajukan pertanyaan bila mereka tidak paham, sebenarnya obat dari tidak paham yaitu ajukan pertanyaan. Sebenarnya cukup baginya untuk bertayamum serta tutup lukanya itu dengan potongan kain, lalu dia cukup untuk mengusapnya. ” (HR. Abu Daud). 

Langkah Shalat Untuk Orang Yang Tengah Diinfus 

Shalat tetaplah harus ditangani walau kita tengah sakit serta tengah terpasang infus. Seandainya tak dapat berdiri jadi bisa shalat sembari duduk, bila tak dapat jadi sembari berbaring, bila tak dapat jadi dengan terlentang, bila tak dapat jadi dengan isyarah atau mungkin dengan hati. Hal semacam ini sesuai sama hadis Rasulullah SAW : 
“Shalatlah anda dalam kondisi berdiri, bila tak dapat jadi dengan duduk. Bila anda tak mampu juga, jadi shalatlah dalam kondisi berbaring, ” (HR. Al-Bukhari). 
Dari hadis itu terang kalau dalam kondisi apa pun kita, shalat harus ditegakkan. jadi seandainya kita tengah sakit serta dipasang infus jadi kita masihlah dapat shalat sembari berbaring. Serta diperboleh kan untuk orang sakit itu untuk menjamak shalat seperti shalat zuhur dengan ashar, magrib dengan insya, sedang subuh tak dapat dijamak. Atau lakukan shalat dhuhur di akhir saat serta shalat ashar dimuka saat. Shalat Magrib di akhir saat serta shalat insya dimuka saat. Hal semacam ini sesuai sama hadis Rasulullah SAW : 
“Aku shalat jama` berbarengan Rasulullah SAW di Madinah delapan rakaat serta menjama’ tujuh rakaat. Beliau SAW mengkhirkan Zhuhur serta menyegerakan ‘Ashar, serta beliau juga mengakhirkan Maghrib serta menyegerakan Insya. ” (HR. An-Nasa`i) 
dari hadis itu bisa diambil kesimpulan kalau dalam satu hari semalam orang sakit cuma membutuhkan wudhu’ tiga barangkali. Yakni sebelumnya shalat dhuhur, sebelumnya shalat maghrib, serta sebelumnya shalat shubuh. Subhanallah! Demikian mudahnya hukum islam. Semoga kita termasuk juga beberapa orang yang senantiasa melindungi shalat walau sewaktu kita tengah sakit berat. Amiin Ya Rabbal ‘Alamiin

Go Back

Comment