Menu
header photo

ayo jelajah indahnya indonesia

Nikmati Keindahan Nusahtara

tahap pembuatan mebel jepara yang bisa anda pelajari

August 14, 2017

Cara membuat furniture jepara seperti product furniture yang lain mesti ikuti ketentuan dalam sistem membuatnya. Terdapat banyak bagian perlu dalam pembuatan satu product furniture serta tersebut disini garis besar dari bagian membuatnya : 

Logs/Gelondong 
Kayu hasil penebangan dimaksud logs atau gelondong. dari sini sistem pembuatan furniture bermula. Logs atau seringkali dimaksud kayu gelondongan di distribusikan oleh Perhutani atau penjual kayu rakyat ke konsumen kayu serta pusat penggergajian kayu atau Saw Mill memakai angkutan spesial. Kadang waktu sebagian pihak mengupas kulit kayu logs supaya dapat lebih cepat kering sepanjang penyimpanan. hal semacam ini sudah pasti memengaruhi harga jual dari log tersebut. 

Sawmill (Pabrik Penggergajian Kayu) 
Step ke-2 dari cara membuat furniture jepara yaitu pemisahan kayu. Kayu log/gelondong dibelah dengan ukuran ketebalan papan sesuai sama yang diperlukan untuk pembuatan furniture jepara. Sistem pemisahan log ini memerlukan kecermatan serta pengalaman yang cukup tinggi, beberapa entrepreneur furniture jepara mesti dapat mengatur tempat log dengan gergaji sawmill hingga kayu gelondong bisa maksimum dalam pemakaiannya serta sedikit terbuang jadi limbah. Banyak entrepreneur furniture jepara yang tidak untung karena minimnya pengalaman serta pengetahuan dalam sistem ini. 

Kiln Dry/Pengeringan 
Sistem setelah itu yaitu pengeringan. Sesudah papan kayu di belah di perusahaan saw milling, papan2 itu mesti di keringkan terlebih dulu sebelumnya dapat di sistem jadi product jadi. Ada cara-cara dalam pengeringan papan kayu, untuk perusahaan furniture jati dengan kemampuan produksi yang besar umum cara membuat furniture jeparamenggunakan system water heater maupun elektrik heater dengan taraf ruang yang besar. tetapi untuk pengrajin furniture dengan taraf kecil umum memakai system kiln dry/oven panggang atau batu bara. Masing2 system memiliki keuntungan serta kerugian sendiri. 

Sebelumnya masuk kedalam ruang kiln dry papan2 yang sudah di belah mesti di angin2kan di ruang yang bersirkulasi udara baik serta kering. hal semacam ini untuk turunkan kemungkinan rusaknya papan karena perubahan susunan pembuatan gerobak kayu yang mencolok. sistem ini menelan saat lebih kurang 1 – 2 minggu. Kemudian baru papan2 kayu dapat di masukan kedalam ruang kiln dry, sudah pasti dengan pengaturan papan serta penyusunan ruang sendiri. hal semacam ini juga memerlukan tehnik serta penilaian sendiri mengenai pengaturan serta berapakah lama saat yang diperlukan untuk hindari rusaknya papan yang sangat kronis. 

Sistem Produksi 
Sistem setelah itu dari cara membuat furniture jepara sesudah papan2 kayu kering dari sistem kiln dry yaitu produksi atau pertukangan. Dalam produksi terdapat banyak sistem yang perlu di lewati diantaranya : 

Pembahanan 

Dalam sistem ini papan2 tersebut di mal/di ukur sesuai sama keperluan serta lalu di potong sesuai sama ukuran serta mal. Terkecuali dari sistem pemisahan papan di atas, sistem ini memiliki resiko tinggi dalam pemakaian papan yang sia2 (rendemen/buangan). Lagi banyak entrepreneur furniture jepara yang tidak untung karena kurang pengalaman dalam sistem ini. 

Molding serta Pembentukan 

Dalam sistem ini komponen furniture yang masih tetap mentah dari pembahanan di sistem untuk jadi komponen dengan bentuk serta ukuran yang sesungguhnya. sistem ini meliputi sistem ukir kayu 

Assembling/Perakitan 

Dalam sistem ini komponen2 dari sistem molding di rakit jadi product yang dikehendaki. Tenaga tukang kayu yang memiliki pengalaman di perlukan dalam hal semacam ini untuk hasilkan product yang sesuai sama keinginan customer. 

Finishing Serta Packing 

Sesudah semuanya sistem produksi usai dekerjakan jadi tinggal sistem paling akhir yakni pewarnaan atau finishing. Tenaga pakar dalam bagian pewarnaan mutlak dibutuhkan di sini supaya product yang sudah lewat prosedur produksi yang benar tidak rusak serta sia2. Sesudah sistem finishing usai, Sistem packing serta pengiriman dapat di kerjakan. 

Terdapat banyak bahan finishing yang umum di pakai dalam pembuatan furniture jepara, Polyurethane atau seringkali di sebut PU (piyu) yaitu type bahan finishing yang paling mahal, Nitrocellulose Gliscerine (NC) yaitu bahan finishing yang banyak di pakai untuk pesanan kelas ekspor. Melamine yaitu bahan yang seringkali di pakai dalam industri furniture jepara untuk pasar lokal. Kajian mengenai sifat serta ciri-khas dari sebagian type kami ulas dalam type bahan finishing untuk mebel 

Cara membuat furniture jepara mungkin saja berlainan2 pada satu perusahaan dengan yang beda, Tetapi keterangan kami di atas yaitu yang umum kami kerjakan di perusahaan furniture jati jepara kami. Demikian keterangan singkat kami juga akan sistem pembuatan furniture jepara yang kami kerjakan. Terima kasih telah singgah di sini

Go Back

Comment

Blog Search

Comments

There are currently no blog comments.