Menu
header photo

ayo jelajah indahnya indonesia

Nikmati Keindahan Nusantara

tak ada yg hebat tanpa ayah luar biasa

Banyak orang memiliki pendapat, anak adalah tanggung jawab ibu karena bapak mencari nafkah. Pikirkan lagi pandangan ini! Karena, absennya bapak dalam proses pendidikan dapat dibuktikan mempunyai efek mengagumkan buat perubahan anak. Menyerahkan pendidikan anak cuma pada ibu nampaknya mesti dikaji lagi. Jika sekalian bercanda, kita dapat katakan, " Bikinnya berdua, kok sesudah jadi si istri diminta bertanggungjawab sendiri? ” Memang ada sekian banyak argumen serius yang memang perlu diperhitungkan lagi. Pertama, anak adalah buah cinta yang direncanakan serta diharapkan bersama dengan pada suami serta istri, yang hadirnya diinginkan bisa mengokohkan serta memperteguh jalinan mereka menjadi suatu keluarga. Dengan begitu, kehadiran anak adalah tanggung jawab suami istri berbarengan.

Tidak dikit orang memandang jika seseorang bapak semakin lebih sayang pada anak perempuannya. Ia semakin lebih memanjakan gadis kecilnya serta laku keras pada anak lelaki. Sebetulnya, hal seperti ini karena perlakuan yang dikasihkan bapak berlainan pada tiap-tiap anaknya.

Menurut teori kognitif sosial Albert Bandura, tentang perubahan gender, jika bapak serta ibu seringkali mempunyai persepsi mengenai tingkah laku “pantas” buat ketidaksamaan type kelamin anak-anak mereka.

Contohnya, anak lelaki semenjak kecil telah dididik tidak untuk bermain dengan boneka serta berperilaku “feminin”, sesaat anak wanita kerap dihindari lakukan pekerjaan yang menyertakan fisik.

Mungkin saja Anda seringkali dengar saran jika “anak wanita umumnya lebih dekat dengan bapak serta anak lelaki dengan ibu”. Nyatanya hal seperti ini diperkokoh oleh suatu riset yang mengatakan jika bapak akan condong tunjukkan langkah bicara serta tingkat perhatian yang lebih halus waktu berkomunikasi dengan anak perempuannya. Sedang bapak condong lebih tegas saat bertemu dengan anak laki-lakinya.

Ke-2, pembagian kerja dengan cara seksual (sama dengan type kelamin), masalah umum (mencari nafkah) jadi tanggung jawab bapak serta masalah domestik (mendidik anak serta mengatur rumah tangga) jadi tanggung jawab ibu, saat ini tidak berkaitan lagi. Umumnya ibu saat ini juga bekerja, diluar maupun didalam rumah, untuk membuahkan uang. Tidak pas lagi bila pendidikan anak dipasrahkan cuma pada ibu. Ke-3, dalam proses tumbuh kembang, nyatanya anak-anak memerlukan kedatangan bapak serta ibu menjadi patron atau contoh serta sumber kasih sayang. Bapak terkadang Di Jepang, sebagian orang mencemaskan perkembangan anak-anak kota besar yang berbeda karena absennya bapak dalam proses tumbuh kembang generasi kristal itu. Mereka hidup serumah, tapi pagi-pagi sekali saat bapak belumlah bangun, anak telah pergi sekolah. Malam hari saat anak telah tidur, sang bapak baru pulang. Demikian kehidupan mereka tiap-tiap har hingga anak-anak tidak mempunyai peluang berjumpa ayahnya. Di kuatirkan anak-anak di negara sangat makmur di Asia itu bahkan juga melihat (yang bermakna belajar) bagaimana bapak serta ibu berhubungan juga tidak dapat. Oleh karenanya, apa mereka dapat diinginkan memahami bagaimana lelaki serta wanita berhubungan dengan cara baik? Lebih dari itu, bagaimana anak-anak bisa tumbuh menjadi pribadi yang utuh serta kuat bila kedatangan bapak 0 besar? Penggambaran kondisi seperti itu mungkin saja terlalu berlebih. Akan tetapi, hal tersebut dapat jadi peringatan buat orang-tua yang menginginkan anak-anak tumbuh sehat fisik serta mentalnya supaya tidak meremehkan keperluan anak akan kedatangan bapak.

Go Back

Comment