Menu
header photo

ayo jelajah indahnya indonesia

Nikmati Keindahan Nusantara

tips mendiidk anak perempuan supaya menjadi anak sholehah

Kedatangan anak dalam rumah tangga muslim adalah nikmat yang besar dari Allah Ta’ala. Akan tetapi, beberapa orang ada yang lebih mengidamkan kedatangan anak lelaki dibanding anak wanita. Anak lelaki dipandang lebih mulia dibanding anak wanita. Mereka bangga serta senang tatakala dikaruniai anak lelaki. Demikian sebaliknya, buat beberapa orang kedatangan anak wanita adalah aib serta dipandang bencana. Mereka susah serta sedih bila dikaruniai anak wanita. Walau sebenarnya kedatangan anak wanita termasuk juga nikmat dari Allah. Bahkan juga Islam dengan spesial menuturkan mengenai keutamaan anak wanita serta ganjaran buat orang-tua yang pelihara serta mendidik anak-anak wanita mereka.

Al Imam Muslim rahimahullah membuat suatu bab dalam kitab shahihnya dengan judul (باب فَض�'لِ الإِح�'سَانِ إِلَى ال�'بَنَاتِ) “Keutamaan Melakukan perbuatan Baik pada Anak-Anak Perempuan”. Beliau membawakan tiga hadits seperti berikut :

Menjadi orangtua, telah sepantasnya kita mensupport semua kemampuan serta keunggulan yang dipunyai anak. Baik wanita ataupun lelaki, kedua-duanya mempunyai kemampuan yang sama untuk sukses dalam melakukan kehidupannya tanpa hanya terbatas apa pun. Akan tetapi, sejumlah besar penilaian penduduk mengenai wanita yang cuma akan mengurus kepentingan rumah tangga bisa jadi rintangan buat anak wanita dalam mencapai mimpi serta karirnya. Karenanya, terpenting buat orangtua agar bisa memberi pendidikan mental yang kuat buat anak perempuannya. Di bawah ini merupakan beberapa panduan mendidik anak wanita supaya lebih mandiri serta sukses. Yuk, baca!
Anak Wanita Yang Mandiri


Bila dulu orangtua umumnya mendidik anak wanita menjadi anak yang rajin bersihkan rumah serta memasak, kamu butuh pikirkan lagi aplikasinya pada anakmu. Di hari esok, akan makin banyak rintangan yang dihadapi oleh generasi anak. Dibutuhkan mental yang kuat, jiwa mandiri, serta prinsip yang teguh pada kepribadian semua anak, termasuk juga anak wanita. Itu argumen kenapa terpenting buat kamu untuk mendidik anak wanita supaya bisa mempunyai tujuan serta berkelanjutan.

Pertama. Hadits dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, beliau berkata,

جَاءَت�'نِى ام�'رَأَةٌ وَمَعَهَا اب�'نَتَانِ لَهَا فَسَأَلَت�'نِى فَلَم�' تَجِد�' عِن�'دِى شَي�'ئًا غَي�'رَ تَم�'رَةٍ وَاحِدَةٍ فَأَع�'طَي�'تُهَا إِيَّاهَا فَأَخَذَت�'هَا فَقَسَمَت�'هَا بَي�'نَ اب�'نَتَي�'هَا وَلَم�' تَأ�'كُل�' مِن�'هَا شَي�'ئًا ثُمَّ قَامَت�' فَخَرَجَت�' وَاب�'نَتَاهَا فَدَخَلَ عَلَىَّ النَّبِىُّ -صلى الله عليه وسلم- فَحَدَّث�'تُهُ حَدِيثَهَا فَقَالَ النَّبِىُّ -صلى الله عليه وسلم- « مَنِ اب�'تُلِىَ مِنَ ال�'بَنَاتِ بِشَى�'ءٍ فَأَح�'سَنَ إِلَي�'هِنَّ كُنَّ لَهُ سِت�'رًا مِنَ النَّارِ »

“Ada seseorang wanita yang hadir menemuiku dengan membawa dua anak perempuannya. Dia meminta-minta kepadaku, akan tetapi saya tidak memiliki apa pun terkecuali sebuah kurma. Lantas akau beri suatu kurma itu untuk dia. Wanita itu terima kurma itu serta membaginya jadi dua untuk dikasihkan pada ke-2 anaknya, sesaat dia sendiri tidak turut mengkonsumsinya. Lalu wanita itu bangkit serta keluar bersama dengan anaknya. Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam hadir serta saya katakan momen barusan pada beliau, karena itu Nabi shallallhu ‘alaii wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang ditest dengan anak-anak wanita, kemudia dia melakukan perbuatan baik pada mereka, karena itu anak-anak wanita itu bisa menjadi penghambat dari siksa api neraka” (H. R Muslim 2629)

Ke-2. Diriwayatkan juga dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, beliau berkata,

Go Back

Comment